Sabtu, 22 Juli 2017

Kejurnas Catur 2017: Benamkan Jakarta Dan Jabar, Jatim Juara Umum


Sumber Asli -- C0I - Jawa Timur merampas gelar juara umum dari DKI Jakarta pada Kejuaraan Nasional Catur 2017 yang berakhir Jumat (21/7/2017) malam di Cipayung, Bogor, Jawa Barat. Untuk nomor perseorangan gelar bergengsi diraih Novendra Priasmoro dan Aisyah Anisa.


            Jawa Timur berhasil meraih juara umum dengan perolehan medali terbanyak lima medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu. Posisi kedua direbut oleh tim catur dari Jabar dengan empat medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu. Sedangkan juara bertahan DKI Jakarta tergeser ke posisi ketiga dengan tiga medali emas, lima perak, dan lima medali perunggu.
            Untuk kategori catur terbuka dalam kejuaraan catur nasional ke-46 itu MI (Master International) Novendra Priasmoro dari DKI Jakarta, dan WFM (Women Fide Master) Aisyah Anisa dari Jawa Timur berhasil merebut juara pertama
            Novendra Priasmoro berjaya setelah memimpin dengan mengumpulkan 8,5 poin.
Kemenangan Novendra di kejurnas itu bukan suatu hal yang mudah didapat mengingat persaingan pada hari terakhir kejurnas berlangsung alot. Novendra memastikan juara setelah pada dua babak terakhir meraih sekali menang dan sekali remis, sehingga secara total 10 babak pertandingan dia memimpin dengan mengumpulkan 8,5 poin.
Pada pertandingan babak sembilan, Novendra mampu mengalahkan senior dia yang juga unggulan pertama GM Susanto Megaranto (Jabar), dan pada babak terakhir 10 bermain remis melawan Yoseph T Taher (PB).
            Ketika ditanya tentang kemenangannya itu, Novendra mengatakan dirinya telah mempersiapkan diri untuk kejurnas ini. "Tentu saja saya sangat senang dengan kemenangan ini," kata Novendra yang juga pernah mempersembahkan medali emas bagi DKI Jakarta pada PON 2016 di Bandung. "Saya sudah mempersiapkan diri untuk Kejurnas ini sejak 12 Juli lalu," katanya.
            Namun pecatur DKI itu juga mengakui bahwa persaingan di Kejurnas sangat ketat.
"Ini tidak mudah, banyak pemain top di sini, termasuk para pecatur bergelar grand master, tapi saya tidak merasa beban karena sudah sering berhadapan dengan mereka," katanya.
"Ini kejurnas kelompok senior pertama yang saya ikuti, tambahnya.
            Sementara itu pecatur Jabar yang sempat memimpin klasemen sementara kejurnas catur itu, FM Anjas Novita, harus puas di posis kedua dengan mengumpulkan total 8 poin.
Sedangkan pecatur nomor satu Indonesia GM Susanto Megaranto berada di urutan ketiga dengan 7,5 poin.
Sementara di bagian putri, juara pertama diraih  oleh  WFM Aisyah  Anisa dari Jawa Timur dengan perolehan poin tertinggi 7. Berada di tempat kedua adalah WNM (Women National Master) Madya Anggraini juga dari Jawa Timur  dengan poin 6.5, sementara di tempat ketiga diraih oleh Kadijah Qurrotain dengan poin 6.5.
Ketua Panitia Penyelenggara Dr Willy M. Yoseph mengatakan kejurnas  diikuti oleh 746 pecatur dari 32 provinsi seluruh Indonesia. Kejurnas  akan menjadi tonggak sejarah karena melalui kejurnas ini PB Percasi bertekat mencetak Grand Master (GM) kelas dunia.

Willy M Yoseph di Cisarua, Bogor, Jawa Barat mengatakan kejurnas kali ini dibuatkan tema: "Bangkit Catur Indonesia, Mencetak Grand Master Kelas Dunia." Bukan baru sekarang kita berniat menecetak GM kelas dunia. Ini sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa dekade yang lalu. Bahkan Indonesia sudah memiliki beberapa GM yang usianya masih muda. Akan tetapi semuanya seperti masih sporadis. Belum dapat bersaing hebat dengan Grand Master luar negeri.

Kita kalah jauh dengan Vietnam, Philipina, Singapura, dan Malaysia. Di tingkat Asia jauh lebih kalah lagi. Dengan China, prestasi dan kehebatan GM mereka tak setara dengan kita. Bahkan tak bisa. Untuk dibandingkan. Karena itu kita ingin memiki GM kakiber dunia, dan ini butuh tekad kuat dengan program-pogram yang besar dan semua memikiki komitmen yang kuat untuk melaksanakan komitmen itu yaitu mencetak GM kaliber dunia,” ucapnya.***
-->

READ MORE»

Tour Of Duty Prestasi Utut Adianto Untuk Cipatakan Kader-kader GM Di 34 Provinsi


Sumber Asli -- C0I - Utut Adianto sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) yang baru, kembali menegaskan  janji besarnya Tour Of Duty Prestasi ke 34 provinsi. Dia akan mengunjungi 34 Pengurus Provinsi Percasi sambil membawa Grand Masters atau Master Internasional untuk memberikan pelatihan di daerah yang dikunjunginya.


            “Saya akan lakukan kunjungan ke seluruh Pengprov. Mungkin setiap Sabtu dan Minggu. Saya akan bawa Grand Masters atau Masters Internasional untuk memberikan pelatihan di daerah-daerah. Kita ingin memperbaiki sistem pembinaan prestasi catur sehingga bisa menyebar dan merata ke seluruh Indonesia,” ujar Utut Adianto yang disambut tepuk tangan gemuruh hadirin saat memberikan sambutan dalam penutupan Musyawarah Nasional Percasi dan Kejuaraan Nasional Catur 2017  di hotel Grand Cempaka Resort, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/7/2017).
            Utut yang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu menambahkan, GM/MI yang dibawanya nanti akan diminta memberikan pelatihan selama satu minggu di daerah. Ini untuk mengangkat prestasi catur di daerah-daerah terutama di luar Pulau Jawa. Untuk itu dia meminta agar daerah menyiapkan para pecatur yang akan mendapat pelatihan itu.
            “Kita akan perbaiki sistem pembinaan. Selama ini hanya tunplek di Jawa. Padahal banyak bibit potensial di daerah lainnya. Memang ini berat karena mengunjungi 34 provinsi bisa membutuhkan waktu 3 tahun. Namun saya siap untuk melakukannya demi kejayaan caur Indonesia,” kata Ketua Umum PB Percasi 2017 - 2021 itu.
            Dari Tour of Duty Prestasi ini diharapkan akan lahir pecatur-pecatur andalan Indonesia. Muncul GM-GM baru sebagai penerus jejak lankah yang sudah dilakukan oleh para pecatur senior diantaranya Utut Adianto sendiri.
            Lebih lanjut kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan, tugas berat sudah menanti PB Percasi ke depan. Dibutuhkan kerja keras dan ketekunan yang kuat untuk menghadapinya. Dia percaya, sepanjang semua antusias, terutama orangtua para pecatur, semua akan bisa dihadapi dan dilalui dengan hasil yang terbaik.
            Disebutkan, tahun 2018, sudah menanti Olimpiade Catur. Dia berharap pada event ini Indonesia bisa masuk posisi 20 besar dunia sebagai pondasi untuk mengejar peringkat 10 besar tahun 2020. “Susanto Megaranto dan kawan-kawan harus kerja keras,” tutur GM kebanggaan Indonesia itu berharap.
            Selain membutuhkan kerja keras dan ketekunan, kata Utut, dibutuhkan juga dukungan dana yang tidak kecil. Namun selama pembina catur Indonesia, Eka Putra Wirya masih semangat masalah dukungan dana ini bisa dicarikan solusinya. Yang penting, para pecatur siap menjawab dengan kerja keras dan ketekunan dalam mengejar prestasi.
            Dalam bagian lain, Utut menyinggung, sampai saat ini, olahraga catur yang sudah mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional, belum memiliki kantor sendiri. Karena itu, anggota Komisi X DPR RI ini, akan berjuang untuk bisa membangun kantor Percasi yang berdiri sendiri. “Kalau nanti bisa dibangun maka gedung itu akan dihibahkan untuk catur Indonesia. Namanya gedungnya bukan Utut atau siapa pun namun Gedung Percasi karena ini untuk catur Indonesia,” ucapnya yang lagi-lagi disambut tepuk tangan hadirin.
Sebelumnya ketika terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Percasi dalam musyawarah nasional (Munas) Percasi yang diselenggarakan di hotel Grand Cempaka Resort, Cisarua, Bogor, Senin (17/7/2017), Utut berjanji,  tiap ke daerah dia akan membawa seorang pecatur bergelar GM untuk memberikan couching clinic di tiap daerah. "Jangan khawatir, semua dibayar oleh PB Percasi," ucap Utut. ***
***
-->

READ MORE»

Selasa, 18 Juli 2017

Ingin Menjadi Juara Dunia Seperti Icuk Sugiarto?


Sumber Asli -- C0I -Icuk Sugiarto yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 4 Oktober 1962, merupakan legenda hidup bulutangkis Indonesia. Segudang prestasi untuk mengumandangkan Lagu Indonesia Raya dan Mengibarkan Merah Putih di kancah internasional telah dicetaknya. Dia menjadi juara dunia tahun 1983.

Selain memiliki teknik-teknik luar biasa, Icuk juga terkenal memiliki fisik dan semangat juang yang tinggi di lapangan. Setelah pensiun dari atlet, Icuk bukan berarti berhenti berkarya di bulutangkis. Suami dari Hj. Nina Yaroh ini terus menularkan ilmunya kepada generasi penerus bulutangkis di Tanah Air.




Sebagai pelatih, Icuk termasuk bertangan dingin. Lewat bimbingan dan polesannya dia meningkatkan permainan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia agar selalu dapat menorehkan prestasi tertinggi pada setiap pertandingan.

Contoh paling nyata tentu keberhasilannya mengangkat putranya Tommy Sugiarto, dan putrinya Jauza Fadhilla Sugiarto yang sudah menjadi andalan Indonesia.

Icuk ingin mencetak juara-juara dunia untuk kejayaan bulutangkis Indonesia. Dia ingin menularkan ilmu dan kejayaannya kepada putra-putri dari seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke.

Untuk itulah Icuk Sugiarto mendirikan Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC) di Sukabumi, Jawa Barat. Peresmian training cam ini dilakukan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Icuk mengatakan, mendirikan training camp termotivasi dan ingin berkontribusi dalam perkembangan bulutangkis di Indonesia agar dapat bersinar di pentas dunia. "Dengan adanya training camp ini, ilmu yang saya miliki bisa ditransferkan langsung kepada para pebulutangkis muda," ujar Icuk.

Pusat pelatihan yang berdiri di atas tanah 2.200 meter persegi ini memang terbilang modern kendati berada di kawasan pedesaaan di Desa Kadudampit, Situgunung, Cisaat, Sukabumi.

Selain memiliki lima lapangan, ISTC juga memiliki fasilitas 40 kamar yang siap menampung para pebulutangkis yang akan menimba ilmu bulutangkis. Perlengkapan fitnes lengkap tersedia di ISTC.

"Saya berharap ISTC akan memberikan manfaat bagi perbulutangkisan Indonesia. Saya ingin tempat akan melahirkan pemain-pemain bulutangkis andal yang siap bersaing di pentas internasional," ujar Icuk.



NAH KESEMPATAN UNTUK MENJADI JUARA DUNIA SUDAH TERBUKA DAN TERSEDIA. Anda ingin menjadi juara dunia seperti Icuk Sugiarto. Atau Anda ingin menjadikan putra-putri Anda berprestasi dunia? Atau Anda pembina yang ingin mengangkat prestasi putra-putra daerah Anda menjadi atlet dengan segudang prestasi tingkat dunia?

Bila YA maka berlatihlah di Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC). Saya siap menjembatani keinginan Anda untuk mendapat polesan langsung dari sang juara dunia Icuk Sugiarto.

Atau Anda ingin mengundang Icuk Sugiarto untuk menjadi
* MOTIVATOR
* BERMAIN EKSIBISI
* MELAKUKAN COACHING CLINIC
* NARA SUMBER?

Hubungi segera:
Gungde Ariwangsa
No HP: 082110068127.
E-mail: aagwaa@yahoo.com
WA: 087783358784

CATATAN:

Bagi daerah yang ingin menyiapkan tim tangguh untuk Porkab/Porkot dan Poprov serta PON maka sangat memilih Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC) sebagai tempat berlatih.
***
-->
READ MORE»

Selasa, 21 Maret 2017

PERMOHONAN MAAF DAN BANTUAN DARI ORANG YANG TERANIAYA

Sumber Asli -- C0I -Saya, Gungde Ariwangsa, sebagai pengelola situs Cinta Olahraga Indonesia Pers (COIPers) meminta maaf kepada para pembaca setia atas vakumnya pengisian berita dalam beberapa hari ini. Ini karena saya sedang menghadapi masalah yang berat setelah perusahaan tempat saya bekerja di Harian Umum Suara Karya tidak memenuhi kewajiban membayar gaji, THR sejak bulan November 2016 yang lalu.


Saya dan ratusan karyawan lainnya terlantar, tercerai berai mencari upaya untuk bisa bertahan hidup. Padahal kebutuhan hidup semakin berat. Selain itu kami juga terus berjuang untuk mendapatkan hak-hak kami sebagai karyawan dalam perusahaan yang didukung oleh Partai Golkar.

Setelah terjadi penggantian kepemimpinan di Partai Golkar dengan naiknya Setya Novanto sebagai Ketua Umum nasib karyawan Suara Karya juga tidak berubah. Tetap tidak diurus sehingga masih berada dalam ketidak pastian.

Tidak dibayarnya gaji sejak November 2016 itu membuat saya berjuang ke sana-ke mari untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Langkah berutang ke berbagai pihak terpaksa dilakukan. Kini saya dan beberapa kawaryawan terjebak dalam lilitan utang. Saya sendiri sudah terjebak utang mencapai puluhan juta rupiah.

Untuk membayar utang dan menanggung kebutuhan hidup sehari-hari itulah saya berusaha mencari pemasukan dengan membantu menulis di berbagai media. Namun itu sama sekali tidak mencukupi. Waktu saya pun tersita sehingga tidak bisa lagi menulis di media COIPers. Juga saya tidak bisa memberi honor penulis lainnya. Sehingga terbengkalai pengisiannya.

Karena itu jika ada yang bermurah hati dan berbuat baik membantu saya dengan menyisihkan kelebihan rezeki Anda tolonglah bantu saya. Bantuan dari Anda akan sangat berarti untuk meringankan beban hidup saya. Dengan batuan dari Anda saya berharap bisa lagi aktif dan memberi honor penulis untuk mengisi COI Pers.

Bersama, kita bisa meringankan derita korban perusahaan yang tidak mempunyai hati nurani pada karyawannya. Bantuan Anda adalah ibadah buat Anda dan berkah buat saya.

Bantuan uluran tangan Anda bisa dikirimkan ke:

BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7


Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Semoga Tuhan akan membalas berlibat uluran tangan kebaikan Anda.  

***
-->
READ MORE»
Copyright 2013 berita hangat - Template by Efachresya - Editor premium Top coi