Sabtu, 21 Januari 2017

MALAYSIA MASTERS > Tommy dan Tontowi/Gloria Terhenti

 
Tontowi Ahmad / Gloria Emmanuelle Widjaja
Sumber Asli -- C0I - SERAWAK –  Wakil Indonesia pada turnamen bulutangkis Malaysia Masters menipis setelah Tommy Sugiarto dan Tontowi Ahmad / Gloria Emmanuelle Widjaja terhenti pada semifinal di Serawak, Sabtu (20/1/2017). Harapan Indonesia kini tinggal tertumpu pada Anthony Sinisuka Ginting dan duet Berry Angriawan / Hardianto  serta Hendra Aprida Gunawan / Markis Kido.


            Wakil Indonesia lainnya di sektor tunggal putra, Tommy Sugiarto juga harus terhenti langkahnya di babak semifinal kali ini. Tommy yang bertemu dengan unggulan 5 Korea, Lee Hyun II akhirnya kalah dalam permainan selama 2 set dengan skor 21-17 21-16.
            Pada sektor ganda campuran, pasangan Tontowi Ahmad / Gloria Emmanuelle Widjaja akhirnya kandas di babak semifinal Malaysia Masters kali ini. Ganda campuran “baru” Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Goh Soon Huat / Shevon Jemie Lai dalam pertandingan selama 2 set.
Pada set pertama, Owi / Gloria kalah dengan skor 21-17. Sedangkan pada set kedua, mereka kembali kalah dengan skor 21-18.
Pada game kedua, Tontowi/Gloria tidak bisa mengembangkan permainan dan harus menyerah dengan skor 21-18. Kini, ganda Malaysia itu tinggal menunggu pemenang antara Tam Chun Hei/NG Tsz Yau (Hong Kong) kontra ganda Malaysia Kian Meng Tan/Pei Jing Lai. (COI-1)


***
-->

READ MORE»

Jumat, 20 Januari 2017

KONI Pusat Bangga Wiranto Bersedia Pimpin PBSI

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman bersalam komando dengan Ketua Umum PB PBSI Wiranto saat pelantikan kepngurusan PB PBSI masa bakti 2016 – 2020 di Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2017)
Sumber Asli -- C0I - JAKARTA -  Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman yakin pengalaman Wiranto akan menguntungkan bulutangkis Indonesia ke depan. Tono juga mengaku bangga di tengah kesibukannya sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan bersedia memimpin PBSI dan mengurus bulutangkis Indonesia.


            “Kami bangga di tengah kesibukan sebagai menteri koordinator, beliau masih berkenan menjadi Ketua Umum PBSI. Kami yakin pengalaman Bapak Wiranto akan menguntungkan bulutangkis Indonesia ke depan,” kata Tono Suratman dalam sambutan pengukuhan dan pelantikan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) masa bakti 2016 – 2020 yang dipimpin Ketua Umum Wiranto di Ballroom Hotel Century, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2017).
            Sementara itu Wiranto dalam sambutannya mengatakan, selama periode 2016-2020, PB PBSI berkeinginan mencetak atlet-atlet bulutangkis yang andal. “Segalanya akan tidak mudah, karena persaingan semakin tinggi, namun bukan tidak mungkin bagi kita, asal berjuang keras,” ujar Wiranto.
 Selanjutnya terkait dengan kepengurusan, Wiranto menambahkan, bahwa pengurus PBSI yang saat ini sudah terbentuk adalah dengan mempersatukan pengurus lama dengan yang baru, karena beberapa pengurus lama mempunyai sumber informasi tentang bulutangkis Indonesia, sehingga semakin solid. “Kami mengambil langkah menyatukan pengurus lama dengan yang baru, dengan harapan bahwa penggabungkan pengurus ini menjadikan sebuah organisasi yang semakin solid”, ucap Wiranto. (COI-1)

***
-->
READ MORE»

MALAYSIA MASTERS > Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto Tembus Empat Besar

Tommy Sugiarto

Sumber Asli -- C0I - Pemain tunggal dan ganda putra Indonesia menggebrak pada turnamen bulutangkis Malaysia Masters di  Sibu, Sarawak, Malaysia. Mereka berhasil menembus babak semifinal kejuaraan berlabel Grand Prix Gold tersebut.


Pada tunggal putra  Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto menjadi harapan Indonesia setelah tiga rekan  senegaranya harus kandas dalam putaran perempat final. Sedangkan pada nomor ganda dua pasangan Merah Putih, Berry Angrian/Hardianto dan Hendra Aprida Gunawan/Markis Kido juga melangkah ke empat besar.
            Anthony melaju setelah dengan mudah menaklukkan perwakilan India Ajay Jayaram dua game langsung dengan skor 21-13, 21-8.  Tommy memastikan tiket semifinal setelah berhasil mengalahkan atlet Indonesia lainnya Wisnu Yuli Prasetyo dua game, 21-15 dan 21-9.
            Nasib kurang beruntung terjadi pada dua atlet Indonesia lainnya yaitu Jonathan Christie dan Muhammad Bayu Pangisthu yang harus terhenti. Bayu dikalahkan oleh unggulan lima asal Korea Selatan Lee Hyun Il 21-10, 21-15. Jonathan Christie harus mengakui kedigdayaan unggulan pertama asal Hong Kong Ng Ka Long Angus 13-21, 21-15 dan 21-16.
            Di babak semifinal yang dihelat Sabtu (21/1), Tommy Sugiarto akan menghadapi Lee Hyun Il, sementara Anthony Sinisuka Ginting menghadapi unggulan pertama Ng Ka Long Angus.
            Pada nomor ganda, Berry/Hardianto, berhak berlaga di partai semifinal setelah menumbangkan Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald asal Hong Kong dalam pertarungan tiga game 21-23, 22-20 dan 11-21, Jumat petang.
            Sementara, pasangan Hendra Aprida Gunawan/Markis Kido, juga meraih kemenangan tiga game atas wakil Singapura Yong Kai Terry Hee/Kean Hean Loh pada putaran perempat final. Setelah tumbang di game pertama, Hendra/Kido bisa bangkit di game dua dan penentuan sehingga hasil akhir laga tersebut adalah 19-21, 21-13 dan 21-11.
Di partai semifinal pada Sabtu (21/1), Berry/Hardianto akan berjumpa dengan pasangan baru Jepang Hiroyuki Endo/ Yuta Watanabe di babak semifinal yang merupakan pertemuan kali pertama mereka. Sementara Hendra/Kido, akan menerima tantangan pasangan tuan rumah Nur Izzuddin/Sze Fei Goh dalam laga yang merupakan pertemuan pertama kedua pasangan tersebut.
***
-->
READ MORE»

Kontrak Luis Milla, PSSI Bidik Emas SEA Games 2017 dan Empat Besar Asian Games

Luis Milla (tengah)

Sumber Asli -- C0I -JAKARTA - Indonesia akhirnya memiliki pelatih tim nasional sepakbola dengan reputasi internasional, Luis Milla. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengontrak pelatih asal Spanyol itu selama dua tahun dengan target mampu merebut medali emas SEA Games 2017 di Malaysia.

            Penunjukkan mantan pemain  Barcelona dann Real Madrid itu sebagai arsitek timnas  timnas senior dan timnas U-22  itu diumumkan PSSI di Grand Rubina, Jakarta, Jumat (20/1/2017). Dia mulai bekerja secara efektif pada 8 Februari 2017 dan dikontrak selama dua tahun dengan peninjauan capaian setiap tahunnya.
            "Kami mau juara satu di SEA Games dan posisi empat besar di Asian Games 2018," ujar Sekjen PSSI Ade Wellington. "Kontraknya dua tahun. Akan ada review setiap tahunnya. Ketika mencapai 2 tahun juga ada opsi perpanjangan kontrak," katanya.
            PSSI cukup optimistis dengan keberadaan Luis Milla di kursi kepelatihan timnas senior dan timnas U-22 yang akan dibawa ke SEA Games. Pengalaman bermain pria berusia 50 tahun itu di Barcelona dan Real Madrid, serta membawa timnas U-21 Spanyol menjadi juara Eropa diyakini bisa membawa angin segar bagi prestasi sepak bola nasional.
            Demi mencapai target, PSSI membantu Milla dengan menyediakan 50 nama pesepak bola terbaik Indonesia untuk dipantau serta dipertimbangkan masuk tim. PSSI juga sudah menyiapkan program pemusatan latihan jangka menengah, sekitar satu sampai dua bulan di luar negeri.
            "Akan ada beberapa uji coba sampai tujuh bulan ke depan, termasuk yang tergolong pertandingan FIFA," tutur Ade.
            Untuk memudahkan pemilihan pemain, PSSI pun telah mengeluarkan kebijakan bahwa setiap klub diwajibkan melepas pemainnya jika dipanggil oleh timnas.
Adapun Luis Milla memiliki karier yang bagus semasa menjadi pesepak bola. Dia adalah salah satu dari segelintir pemain yang pernah membela dua klub dengan jejak rivalitas panjang, Barcelona dan Real Madrid, mengikuti jejak beberapa nama seperti Luis Figo, Michael Laudrup dan Bernd Schuster.
            Sepanjang kariernya sebagai pemain, Luis Milla sudah mencicipi berbagai gelar seperti Piala Winners UEFA, La Liga Spanyol, Piala Super Spanyol dan Piala Intertoto.
            Sebagai pelatih, dia pernah mengasuh beberapa klub seperti Al Jazira di Uni Emirat Arab dan Real Zaragoza di Spanyol. Pelatih yang saat bermain berposisi sebagai gelandang bertahan ini juga pernah tim nasional usia muda Spanyol yaitu U-19, U-20, U-21 dan U-23.
            Di tangannya, timnas U-19 Spanyol menjadi "runner up" Piala Eropa U-19 tahun 2010. Setahun setelah itu, dia berhasil membawa timnas U-21 Spanyol menjadi juara Piala Eropa U-21 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 2-0 di babak final.
             Sebelum memilih Luis Milla, PSSI harus melewati proses yang cukup panjang. Awalnya, ada 10 kandidat yang dipersiapkan PSSI. Lalu, pilihan mengerucut menjadi 6 hingga 2 kandidat. Saat pilihan menjadi dua sosok, Milla bersaing dengan Luis Fernandez.
***
-->
READ MORE»
Copyright 2013 berita hangat - Template by Efachresya - Editor premium Top coi